Masuk Jajaran Pendiri WAICO, Indonesia Ikut Rumuskan Tata Kelola AI Global
Shanghai - Jejakmata.id - Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan bergabung sebagai salah satu negara pendiri (founder member) dalam Deklarasi Pendirian Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Momentum bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan yang berlangsung di sela-sela rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, Tiongkok.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa langkah strategis ini diambil atas arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang digelar pertengahan Juli lalu. Melalui keikutsertaan ini, Indonesia memantapkan posisinya di panggung internasional untuk ikut merumuskan arah masa depan teknologi global.
"Pemerintah Indonesia diminta untuk ikut serta di dalam Deklarasi Pendirian Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artificial Dunia (WAICO). Ini merupakan momentum bersejarah," ujar Airlangga dalam keterangannya.
Sebagai salah satu dari 29 negara pendiri awal, Indonesia tidak sendirian. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menandatangani deklarasi ini bersama empat negara ASEAN lainnya, yaitu Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Laos. Negara-negara besar dan berkembang dari blok BRICS, EAEU, serta kawasan Afrika dan Amerika Latin juga turut serta menjadi pelopor organisasi antar-pemerintah ini.
Bergabungnya Indonesia sebagai pendiri membawa misi besar untuk memastikan pengembangan kecerdasan buatan (AI) tidak dimonopoli dan berjalan secara inklusif. Pemerintah berkomitmen agar teknologi AI tidak menciptakan jurang pemisah digital (digital divide), melainkan menjadi jembatan kemajuan bersama yang aman, tepercaya, dan beretika sesuai dengan prinsip kemanusiaan yang selaras dengan piagam PBB.
Langkah ini juga dipandang krusial bagi penguatan domestik. Menjadi bagian dari pendiri WAICO memberikan kesempatan emas bagi Indonesia untuk berkontribusi nyata dalam pembuatan kebijakan tata kelola global. Selain itu, keterlibatan aktif ini diharapkan mampu mengakselerasi peta jalan (roadmap) AI nasional, mendorong transfer teknologi dari raksasa global, serta membuka akses data yang setara demi memajukan sektor UMKM dan mendongkrak potensi ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mampu menembus angka USD 600 miliar.

Post a Comment